Saya Bukan Pemain Bertahan yang Sempurna

Update Terakhir: November 17, 2014

MirandaMiranda: Saya Bukan Pemain Bertahan yang SempurnaThe Selecao belum pernah kebobolan satu gol pun sejak Dunga memanggil kembali pemain andalan Atletico Madrid untuk termasuk ke dalam empat pemain belakang – akan tetapi pemain yang berusia 30 tahun itu kemudian mengatakan bahwa semua yang dia lakukan adalah hanya menjaga segala sesuatu tetap sederhana.

Miranda membantah reputasinya yang berkembang bersama dengan skuad tim nasional Brazil sebagai seorang pemain bertahan yang tidak pernah membuat sebuah kesalahan.

Terlepas dari satu kampanye yang berhasil dengan memenangkan gelar juara La Liga Spanyol pada musim lalu bersama dengan Atletico Madrid, Miranda tidak termasuk ke dalam skuad tim nasional Brasil racikan Luiz Felipe Scolari untuk Piala Dunia 2014, turnamen yang berakhir dengan Selecao dikalahkan dengan skor yang memalukan, 7-1 oleh Jerman di babak semi final sebelum dikalahkan 3-0 oleh Belanda dalam perebutan posisi ke tiga.

Meskipun begitu, Miranda yang telah menjadi starter dalam semua lima pertandingan sejak kembalinya Dunga sebagai pelatih kepala The Selecao pada bulan Juli kemarin dan, dengan Brasil masih memiliki pernah kemasukan gol selama itu dan terus mencetak kemenangan, banyak pakar yang merasa yakin dan juga percaya bahwa pemain bertahan yang berusia 30 tahun itu merupakan dalang yang bertanggung jawab atas penemuan kembali pertahanan yang solid dari negaranya.

Memang, Miranda sekali lagi disebut-sebut sebagai ‘pemain bertahan dengan nol kesalahan’ setelah Brasil berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 4-0 pada hari Rabu malam kemarin saat bertanding melawan Turki.

“Saya tentu saja tidak seperti itu. Setiap pemain bertahan itu cenderung untuk membuat kesalahan, terutama ketika menghadapi pemain serang yang hebat.”

“Sebagai seorang pemain bertahan, meskipun begitu, semakin sederhana kamu mencoba untuk bermain, maka semakin baik kamu akan tampil.”

“Rahasia besar untuk mempertahankan level penampilan yang tinggi adalah posisi yang baik dan belajar untuk mengantisipasi apa yang para penyerang akan lakukan pada waktu yang tepat.”

Miranda pasti memang melakukan pekerjaan yang baik dengan menjaga pemain bintang andalan Turki yaitu Ardan Turan, yang tidak bersinar di Istanbul, dengan pemain serang yang berusia 27 tahun itu terbatas pada satu upaya melengkung dari tepi area, yang berhasil ditepis oleh Diego Alves.

Meskipun begitu, Miranda enggan menerima pujian dikarenakan menjaga rekan setimnya di Atletico agar tetap tenang dalam sebagian besar permainan, dengan alasan bahwa Arda hanya sekadar kekurangan service yang berkualitas selama pertandingan.

“Dia merupakan seorang pemain yang hebat, percayalah pada saya. Itu hanya karena tim Brasil itu jauh lebih unggul pada malam tersebut dan meninggalkan Turki dengan hanya sedikit ruang bagi mereka untuk bermain.”

Miranda bersama dengan tim nasional Brasil akan berharap untuk dapat memperpanjang rekor sempurna mereka saat mereka akan berhadapan dengan Austria di Wina pada tanggal 18 November besok.