Slaven Bilic besiktas

Bos Besiktas Menyatakan Pemainnya Tidak Lagi Takut Kepada Arsenal

Update Terakhir: September 1, 2014

Bos Besiktas Menyatakan Pemainnya Tidak Lagi Takut Kepada Arsenal

The Kroasia mengakui bahwa beberapa dari pasukannya kagum terhadap “senjata besar” Arsene Wenger di Istanbul akan tetapi kinerja baik mereka di leg pertama telah mengubah segalanya.
Slaven Bilic telah mengungkapkan dengan tegas bahwa pemain Besiktas sangat percaya bahwa mereka dapat mengubah “mimpi” mereka untuk bermain di babak selanjutnya Liga Champions menjadi kenyataan dengan mengalahkan Arsenal pada Rabu malam.

Pelatih asal Kroasia itu memberikan perlawanan yang baik kepada The Gunners dengan menahan imbang 0-0 pada pekan lalu laga play-offleg pertama yang mempertemukan mereka di Istanbul mereka sempat membuat beberapa peluang terbuka yang dapat membuat mereka untuk memenangkan pertandingan. Namun sayang beberapa peluang yang mereka dapatkan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik.

Bilic masih memiliki beberapa penyesalan atas kegagalan timnya untuk mengubah beberapa peluang yang mereka dapatkan menjadi gol, terutama pada babak kedua saat Aaron Ramsey keluar, tapi pelatih asal Kroasia ini telah mengambil pelajaran besar dengan fakta bahwa para pemainnya tidak lagi memiliki rasa takut menghadapi lawan sekuat Arsenal. Mereka sekarang memiliki kepercayaan diri setelah sebelumnya beberapa pemain meresa ragu terhadap diri mereka sendiri karena sebelunya belum pernah menghadapi tim sebesar Arsenal.

“Kami menunjukkan dari dengan kinerja kami di leg pertama bahwa kami mampu memberi mereka perlawanan,” kata bos Besiktas kepada wartawan menjelang leg kedua di Emirates. “Kami bermain bagus.
“Kami memiliki peluang dan mereka menguasai pertandingan. Kami tidak benar-benar senang dengan hasil akhir ini karena saya pikir kami pantas menang, tapi kami pergi dalam menjalani permainan ini dengan penuh keyakinan.

“Saya percaya diri dan staf saya yakin sebelum pertandingan pertama dimainkan. Tapi mungkin beberapa pemain kami memiliki sedikit keraguan karena diantara mereka tidak pernah bermain melawan tim yang memiliki ‘senjata besar’.

“Tapi setelah pertandingan pertama berakhir mereka sangat percaya diri, dan saya tidak keberatan selama Anda tidak menjadi besar kepala.
“Kami bukan favorit Mereka adalah favorit -. Mereka Arsenal – tapi kami punya mimpi, harapan.

“Ini lebih dari sebuah rencana, meskipun, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memenuhi itu. Kami telah mempersiapkan pertandingan kami, rencana kami. Aku punya keyakinan besar dengan asisten saya dan mereka akan melakukan pekerjaannya.”